9sQuare follow me ^^

Sabtu, 27 November 2010

Asal Mula Tradisi Thanksgiving day



Thanksgiving day merupakan salah satu adat  atau kebiasaan yang cukup terkenal di Amerika dan diperingati setiap tahun, tepatnya pada hari Kamis ke empat setiap bulan November. Biasanya orang-orang Amerika menikmatinya dengan keluarga dengan masakan ayam kalkun.
Tradisi Thanksgiving ini berawal dari sebuah cerita yang bermula dari England, UK. Sekitar pada tahun 1609, beberapa orang Peziarah meninggalkan England karena mengalami persekusi atau penyiksaan agama, mereka pergi pindah ke Belanda untuk mencari kebebasan beragama.
Setelah beberapa tahun di Belanda, para peziarah ini meresa kawatir dengan dampak budaya Belanda yang dianggap mengancam moralitas masa depan anak-anak mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi lagi dan mencari tempat baru yang dianggap lebih baik; perjalanan mereka ini ditanggung dan dibiayai oleh beberapa kelompok investor Inggris sebagai ganti dari upah kerja mereka selama 7 tahun.
Pada tanggal 6 September 1620, para peziarah ini memulai pelayarannya dengan sebuah kapal besar yang disebut Mayflower. Mereka berangkat dari Plymouth England dan membawa sekitar 44 Santa dan 66 orang biasa yang mereka sebut sebagai orang asing atau "Stranger."
Perjalanan ni memakan waktu sekitar 65 hari. Karena kapal mereka terbuat dari kayu, maka selama pelayaran mereka tidak diperbolehkan untuk menghidupkan api karena takut bahaya kebakaran, sehingga memaksa mereka untuk makan daging dan persediaan makanan mereka tanpa dimasak atau dihangatkan pakai api. Banyak dari penumpang kapal ini yang mati dan sakit selama pelayaran.
Perjalanan yang panjang ini mgnhasilkan banyak ketidaksepakatan antara dua kelompok: santa dan orang asing, sehingga pada tanggal 10 November ketika sudah mulai nampak ada pulau mereka mengadakan kesepakatan yang isinya adalah pengakuan kesetaraan atara dua kelompok tersebut, dan mereka sebut dengan Mayflower Compact.
Pulau atau daratan yang mereka lihat pertama kali adalah Cape Cod, namun mereka tdak berhenti di situ, dan melanjutkan hingga sampai ke sebuah daratan, yang pada tahun 1614 Captain John Smith memebri nama dengan Plymouth (sama dengan yang di England tempat mereka berangkat). Plymouth memiliki pantai yang indah dan sungai yang menyediakan banyak ikan, namun mereka sangat mengkhawatirkan akan adanya serangan dari penduduk pribumi, suku Indian, yang yang disebut Patuxet, yang ternyata mereka adalah suku yang suka damai.
Pada musim dingin pertama, mereka merasa kesusahan beradaptasi dengan suasana yang sangat dingin dan salju yang tebal; banyak orang yang meninggal pada waktu musim dingin ini, dan tercatat hanya 50 orang yang bertahan.
Pada tanggal 16 Maret 1621, ini merupakan hal yang sangat penting, ada seorang suku Indian masuk ke daerah pemukiman para peziarah ini, mereka merasa ketakutan hingga orang Indian ini berteriak dan mengucapkan: "Welcome..." dengan bahasa Inggris.
Orang Indian ini bernama Samoset, dan dia berasal dari suku Indian Abnaki, dia belajar bahasa Inggris dari salah seorang kapten kapal para peziarah. Satu malam dia tinggal bersama mereka, dan keesokannya dia membawa seorang temannya yang bernama Squanto, yang ternyata dia lebih lancar berbahasa Inggris daripada Samoset, karena katanya pernah belajar bahasa Inggris di Inggris selama perjalanannya ke Inggris dan Spanyol.
Squanto ini memiliki peran yang sangat besar terhadap kehidupan para peziarah ini, karena tanpa bantuannya mereka mungkin tidak bisa bertahan hidup. Squanto mengajari mereka cara bercocok tanam dan cara membangun rumah di daerah tersebut.
Pada musim panen bulan Oktober, para peziarah ini mendapatkan hasil panen yang sangat melimpah, cukup untuk persediaan musim selama musim dingin yang panjang. Mereka merayakan keberhasilan ini. Pemimpin Peziarah, William Bradford, mendeklarasikan perayaan ini untuk dibagi dan diperingati bersama oleh para Koloni dan penduduk pribumi. Mereka mengundang Squanto dan kaumnya untuk merayakan keberhasilan ini. Massasoit, pimpinan suku Indian, ikut turut diundang pesta ke dalam pesta ini, yang berlangsung sampai tiga hari. Namun tanggal perayaan ini tidak jelas, dan diyakini terjadi pada pertengahan Oktober.
Pada tahun berikutnya, para peziarah ini tidak mengalami keberuntungan sebagaimana tahun sebelumnya, karena mereka belum terbiasa dengan menanam tanpa bantuan dan bimbingan orang Indian, sehingga Gubernur Bradford menyuruh penduduknya untuk berpuasa dan berdoa. Tidak lama kemudian, doa mereka terjawab dan hujanpun turun. Pada tangal 29 November mereka merayakannya, inilah mungkin awal sebenarnya perayaan Thanksgiving yang dirayakan sekarang di Amerika.
Perayaan ini diperingati setiap tahun, dan dilaksanakan setelah panen, hingga pada Revolusi Amerika yang terjadi pada akhir tahun 1170-an, perayaan ini disetujui dan disarankan oleh Kongres Kontinental.
Pada tahun 1817 New York mengadopsi budaya Thanksgiving ini sebagai perayaan tahunan, yang juga didikuti oleh berbagai negara bagian yang lain, dan pada 1873, Presiden Abraham Lincoln menjadikan Thanksgiving day ini sebagai hari nasional, yang sejak saat itu perayaan ini selalu diperingati, tepatnya pada setiap hari Kamis keempat bulan November dan menjadi hari libur nasional. [fosi]
HAPPY THANKSGIVING DAY...!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar